Sebagai seorang entrepreneur tentunya kita tidak akan bisa
menghidar dari persaingan. Untuk membuat produk dan usaha kita tetap berjalan
dan terus memeberikan keuntungan tentunya kita juga harus bisa menghadapi persaingan.
Jangan sampai dikarenakan adanya persaingan kita justru malah mundur secara
teratur dan berhenti dalam menjalankan usaha. Justru sebaliknya, adanya
persaingan akan membuat kita termotivasi untuk membuat produk dan pelayanan
yang lebih baik lagi.
Berikut adalah cara bagaimana agar kita bisa menghadapi
persaingan usaha :
Melakukan Inovasi Produk
Inovasi sangatlah perlu untuk dilakukan, apalagi kalau produk
yang kita tawarkan merupakan produk yang sudah tidak asing di pasaran.
Melakukan inovasi tidaklah harus merubah bentuk atau kekhasan produk itu
sendiri, akan tetapi melakukan inovasi adalah memberikan sedikit nilai tambah
baik itu dari segi manfaat, penampilan, harga dan kemudahan.
Memberikan Harga yang bersaing dan masuk akal
Sering kali produk serupa dengan kualitas yang sama akan
mengalami persaingan harga yang ketat. Yang perlu kita lakukan adalah
memeberikan harga sedikit lebih murah namun tetap dalam batas kewajaran
sehingga tidak berdampak pada keraguan konsumen untuk memebeli barang yang kita
tawarakan, karena sering kali konsumen beranggapan bahwa produk dengan harga
jauh lebih murah memiliki kualitas yang lebih jelek.
Untuk melakukan setrategi persaingan harga kita juga perlu memeperhatikan prilaku para konsumen kita. Apakah konsumen kita memprioritaskan harga produk sebagai tolak ukurnya dalam mengambil keputusan untuk memebeli produk kita, atau konsumen malah lebih memperhatikan kualitas sebagai tolak ukur keputusan untuk membeli. Jadi antara harga dan kualitas tetaplah kita harus menyesuaikan dengan kondisi konsumen di pasaran.
Untuk melakukan setrategi persaingan harga kita juga perlu memeperhatikan prilaku para konsumen kita. Apakah konsumen kita memprioritaskan harga produk sebagai tolak ukurnya dalam mengambil keputusan untuk memebeli produk kita, atau konsumen malah lebih memperhatikan kualitas sebagai tolak ukur keputusan untuk membeli. Jadi antara harga dan kualitas tetaplah kita harus menyesuaikan dengan kondisi konsumen di pasaran.
Melakukan pendekatan dan pelyanan yang unik dan mengesankan
konsumen
Kesan pertama adalah moment yang sangat menentukan seorang
konsumen untuk datang kembali dan kemudian menjadi pelanggan. Untuk itu kita
selaku pengusaha di tuntut untuk jeli dalam membedakan mana kosumen yang
pertama kali dan konsumen yang sudah menjadi pelanggan. Perlakuannya memang
tidak sama tapi tetap keduanya adalah istimewa. Untuk konsumen yang pertama
kali membeli produk kita, hendakanya kita memberikan pelayanan yang ekstra dan
maksimal, kita anggap konsumen itu adalah seorang raja. Memberikan service
terbaik seperti Senyum, salam , sapa, sopan dan santun.
Jangan terpengaruh oleh aktivitas pesaing.
Sebagai pelaku usaha yang memiliki banyak persaingan.
Sering kali kita mengeluh apabila pesaing kita tengah ramai sedangakan usaha
kita sepi-sepi saja. Sering kali kita menuduh yang tidak-tidak kepada pesaing
kita. Daripada sibuk memikirkan apa yang dilakukan oleh pesiang kita sehigga
dagangannya laku, lebih baik kita memikirkan usaha kita, bagaimana caranya agar
penjualannya dapat meningkat. Pikirkan setrategi yang dapat menjadi magnet
untuk para konsumen datang dan beralih ke tempat usaha kita.
B.
Jenis Break Event Point
(BEP)
1. BEP Unit : titik pulang pokok (BEP) yang dinyatakan dalam jumlah
penjualan produk di nilai tertentu.
2. BEP Rupiah : BEP atau titik pulang pokok yang dinyatakan dalam
jumlah penjualan atau harga penjualan (P) tertentu.
Rumus/Cara
Menghitung BEP
1. BEP
Unit = (Biaya Tetap) /
(Harga per unit – Biaya Variable per Unit)
2. BEP Rupiah = (Biaya Tetap) / (Kontribusi Margin per unit / Harga per Unit)
2. BEP Rupiah = (Biaya Tetap) / (Kontribusi Margin per unit / Harga per Unit)
Keterangan
a) BEP Unit / Rupiah = BEP dalam unit (Q) dan BEP dalam Rupiah (P)
b) Biaya Tetap = biaya yang jumlahnya tetap walaupun usaha anda tidak sedang berproduksi.
c) Biaya Variable = biaya yang jumlahnya meningkat sejalan peningkatan jumlah produksi seperti bahan baku, bahan baku pembantu, listrik, bahan bakar, dan lain-lain
d) Harga per unit = harga jual barang atau jasa perunit yang dihasilkan.
e) Biaya Variable per unit = total biaya variable perunit (TVC/Q)
f) Margin Kontribusi per unit = harga jual per unit -biaya variable per unit (selisih)
a) BEP Unit / Rupiah = BEP dalam unit (Q) dan BEP dalam Rupiah (P)
b) Biaya Tetap = biaya yang jumlahnya tetap walaupun usaha anda tidak sedang berproduksi.
c) Biaya Variable = biaya yang jumlahnya meningkat sejalan peningkatan jumlah produksi seperti bahan baku, bahan baku pembantu, listrik, bahan bakar, dan lain-lain
d) Harga per unit = harga jual barang atau jasa perunit yang dihasilkan.
e) Biaya Variable per unit = total biaya variable perunit (TVC/Q)
f) Margin Kontribusi per unit = harga jual per unit -biaya variable per unit (selisih)
Contoh:
UD Makmur
Selalu pada tahun 2012 memiliki data-data biaya dan rencana produksi seperti
berikut ini :
1) Biaya Tetap
sebulan adalah sebesar Rp.150juta yaitu terdiri dari :
Biaya Gaji Pegawai = Rp.75,000,000
Biaya Gaji Pemilik = Rp.10.000.000
Biaya Penyusutan Mobil Kijang = Rp.1,500,000
Biaya Asuransi Kesehatan = Rp.15,000,000
Biaya Sewa Gedung Kantor = Rp.18,500,000
Biaya Sewa Pabrik = Rp.30,000,000
Biaya Gaji Pemilik = Rp.10.000.000
Biaya Penyusutan Mobil Kijang = Rp.1,500,000
Biaya Asuransi Kesehatan = Rp.15,000,000
Biaya Sewa Gedung Kantor = Rp.18,500,000
Biaya Sewa Pabrik = Rp.30,000,000
2) Biaya
Variable per Unit Rp. 75,000.00 yaitu terdiri dari :
Biaya Bahan Baku =
Rp.35,000
Biaya Tenaga Kerja Langsung = Rp.15,000
Biaya Listrik dan Air = Rp.10,000
Biaya Lain = Rp.15,000
Biaya Tenaga Kerja Langsung = Rp.15,000
Biaya Listrik dan Air = Rp.10,000
Biaya Lain = Rp.15,000
3) Harga Jual
per Unit Rp.100,000.
Cara Menghitung BEP dalam
Rupiahnya
= Biaya Tetap / (Kontribusi Margin per unit : Harga per unit)
= Rp.150 juta / (Rp.25,000* : Rp. 100,000)*100,000-75,000
= Biaya Tetap / (Kontribusi Margin per unit : Harga per unit)
= Rp.150 juta / (Rp.25,000* : Rp. 100,000)*100,000-75,000
= Rp.150juta / 0.25
= Rp.600,000,000
= Rp.600,000,000
Cara Menghitung BEP dalam Unit
= Biaya Tetap / (harga per unit – biaya variable per unit)
= Rp.150juta / (Rp.100,000 – Rp.75,000)
= Rp.150juta / Rp.25,000
= 6,000 unit
= Biaya Tetap / (harga per unit – biaya variable per unit)
= Rp.150juta / (Rp.100,000 – Rp.75,000)
= Rp.150juta / Rp.25,000
= 6,000 unit
Jadi, BEP tercapai ketika
Penjualan Mencapai 6.000 unit atau penjualan mencapai nilai 600 juta. Itulah
tadicara menghitung BEP Usaha secara sederhana. Titik BEP ini bisa
bergeser karena terjadi
1. Perubahan harga jual
per unit
2. Perubahan biaya variabel
3. Perubahan biaya tetap
4. Perubahan komposisi sales mix
2. Perubahan biaya variabel
3. Perubahan biaya tetap
4. Perubahan komposisi sales mix
C. Pengertian
dan Macam Perusahaan Dagang
Perusahaan Dagang
adalah suatu bentuk usaha yang kegiatannya yaitu membeli dan menjual barang
tanpa mengolahnya terlebih dahulu dengan tujuan memperoleh laba.
Perusahaan
dagang dapat dibedakan menjadi:
a.
Pedagang Besar
Pedagang yang membeli barang dalam
skala besar dan kemudian menjualnya kembali kepada pedagang yang lebih kecil
untuk mendapatkan keuntungan.
b.
Pedagang Menengah
Pedagang
yang membeli barang dagangan dengan skala yang lebih kecil dari pada pedagang
besar.
c.
Pedagang Kecil
Pedagang yang membeli barang dagangan dalam
skala kecil dan menjualnya langsung ke konsumen.
Pendapatan
Perusahaan Dagang
Pendapatan
perusahaan dagang adalah selisih antara harga jual dengan harga beli. Karena
kegiatan perusahaan dagang adalah memperjualbelikan barang dagangan, maka
pendapatan yang diperoleh umumya berasal dari hasil penjualan barang dagangan
tersebut. Untuk menentukan pendapatan perusahaan dagang kita tinggal
membandingkan antara harga jual dengan harga pokok (harga beli), dimana
hasilnya disebut laba kotor.
Apabila kita
ingin mengetahui laba bersih, maka laba kotor harus dikurangi dengan
beban-beban yang dikeluarkan dalam kegiatan perdagangan selama satu periode
akuntansi. Beban-beban ini dinamakan beban usaha, yang terdiri dari beban
administrasi dan umum serta beban penjualan.
Beban
administrasi dan umum adalah beban yang dikeluarkan untuk melaksanakan kegiatan
dagang. Misalnya, beban gaji, telepon, listrik, air dan gas, perlengkapan, dan
sebagainya. Beban penjualan adalah beban yang dikeluarkan guna memperkenalkan
barang kepada masyarakat atau beban lain yang menunjang terselenggaranya
penjualan. Beban ini antara lain adalah beban iklan, beban gudang, beban
pembungkus, beban angkut, dan sebagainya.
kesimpulan:
Perusahaan
dagang merupakan perusahaan yang menjual barang jadi, maksudnya adalah barang
yang tidak diolah terlebih dahulu. Kegiatan adalah perusahaan ini adalah
mencari laba. Dalam perusahaan dagang, pendapatan perusahaan yang berupa laba
kotor dapat dihitung berdasarkan selisih antara harga jual dan harga beli.
Sedangkan laba bersih dapat dicari dengan mengitung laba kotor dikurangi beban
administrasi dan umum (gaji,listrik,telepon,dll).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar